Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 25, 2009

kesabaran

apakah kesabaran itu

angin yang sayu bertiup ringan

menggetarkan pucuk daun-daun

tersenyum pilu di atas deru

lonjakan api menjilat kayu

berakhir nanti di antara kerikil berwujud abu?

apakah ia seperti peri

bayangan putih mengelus diri

bergerak mundur setiap tapak

mengkhianati tekad lurus tajam

dan akhirnya begitu saja melenyapkan diri?


“Kesabaran” dalam Sajak-sajak 33

Toety Heraty

Selasa, Desember 30, 2008

kau dan aku

dan bila pun diriku tercipta dari tulang rusukmu

bukan berarti kau berhak memperlakukanku semaumu

jangan pernah lupa

tanpa tulang

kau hanya sekedar seonggok daging dan darah

tanpa daya dan kekuatan

hargai diriku

hormati aku

tangisku adalah darahmu

tawaku adalah detak jantungmu

karena

kau dan aku satu

perempuan

kutulis di halaman pembuka skripsi sastraku

aku,

tidak lahir

sekedar jadi penuntas desahmu

tidak juga sekedar jadi pelepas merah-birunya hatimu

tidak juga sekedar jadi peretas lelahmu

tidak juga sekedar jadi muara dan inang buah ladangmu

tidak juga sekedar jadi pengabdi dan pelayan hidupmu

tidak juga sekedar jadi hiasan dan pelengkap duniamu

karena

aku,

perempuan

dengan darah dan daging, raga dan jiwa serupamu

dengan gegap gemerlap kehormatan seagungmu

dengan derajat dan hak setaramu

dengan harkat martabat semuliamu

dan,

hiduplah diriku sebagaimana hidupmu

bukan sebagai warga kedua semestamu

Selasa, Desember 23, 2008

lorca

malam tak ingin datang

agar kau tak bisa datang

dan aku tak bisa pergi...

tapi kau akan datang

dengan lidah terbakar hujan garam

siang tak ingin menjelang

agar kau tak bisa datang

dan aku tak bisa pergi...

tapi kau akan datang

lewat lorong-lorong kumuh penuh kegelapan

baik siang maupun malam ingin datang

agar aku bisa mati untukmu dan untukku


federico garcia lorca


untukmu, semburat dalam hatiku


Yogyakarta, 5 Mei 2006